SAKURA KARYA

Sunday, June 21, 2009



Puisi by sakurasa
- Mungkinkah?~
Dari sisa sinar
yang ku milikiku menguntai
manik-manik hikmahdi antara lautan cahaya
Mungkinkah
akuakan tenggelam
keranaaku
tak bisa
menjadi buihnya?
atauaku
akan bisa
membolosnya?
untuk
sebuah kehidupan
yang akan
baru
aku
mulakan?
posted by sakurasa at 10:56 AM 0 comments



Puisi by sakurasa

Sayangku

Sayangku
dapatkah kau dengara
lunan ombak yang
mengalun lagu cinta kita
yang mengasyikkan
similir bayu yang gemersik
membisikkan
rinduku yang luruh dalam hening
dilautan yang luas memisahkan kita
Sayangku
tika senja di ufuk jingga
ada mimpi yang ku pahat
di temaram langit biru
ada rona yang terlukisitu adalah catatan
tentang cinta kita
terbang menyusuli
ke kaki langit
gelora cinta yang terbias
hingga ke batas cakrawala
tempat segala kenangan
bersemayam abadi
Sayangku
ketulusan hatimu
memberi eroma rasa
mewarnakan dengan sejuta
warna pelangi didalam hatiku
hingga sang mentari menusuk jiwa
dan aku rela terbenam
bersama cinta
yang kau bawa..
posted by sakurasa at 10:49 AM 0 comments

Wednesday, April 1, 2009


Di Kamar Sepi
puisi by sakurasa

Hembusan angin
menyelinap di kamar sepi ku
yang mengintai segala rahsia

dikamar sepi
dibalik langsir
tersingkap membuka
ruang yang luas
lurus dan kudus


di kamar sepi
terasing
amat sunyi
rasa menyerah
menangis luruh air mata


di kamar sepi
terdampar di ruang
tak bisa ku bersuara
menghening dalam takaful diri

Di ruang kamar sepi ku ini
ada KAU dalam hatiku
jernih dan hening
posted by sakurasa at 10:18 AM 0 comments

Wednesday, January 28, 2009

Pungguk mendayu
sms diterima
basah di pipi
posted by sakurasa at 12:06 AM 0 comments


Sitting by the lake

lovely stalk of a red rose

the first and the last
posted by sakurasa at 12:03 AM 0 comments

Friday, January 23, 2009


~Malam Purnama ~
puisi by sakurasa
Malamtika kabut memeluk erat
purnama menjelma
dengan temaran cahaya indah
kau hadirdalam setiap relung hati ku
dalam setiap relung hari ku
Andai bisaku menatap purnama bersama mu
ingin ku nukilkan puisi nan syahdu
ku persembahkan untuk mu
ingin ku rangkaikan kilauan taburan bintang
ku jadikan bunga sebagai hadiah untuk mu
Andai bisaku menatap purnama bersama mu
ingin ku petik kuntum mawar nan merah
agar kau dapat menghirup persona aromanya
menghiasi malam yang indah ini
Malam tika purnama
Kau bagai butir-butir embun yang jernih
jatuh menitis rimbunan cemara kehidupan
cinta yang hadir tanpa ku sedari
berhembus perlahan merasuk di jiwa ini
tak kuasa ku membiasnya
meskipun aku tak ingini
aku jatuh cinta lagi…
posted by sakurasa at 11:57 AM 0 comments

Thursday, November 20, 2008

Lautan kenangan puisi by sakurasa
Waktu memisahkan kita
segala rindu terbelenggu
detik waktu terus berlalu

namun
masih ku simpan lautan kenangan
yang kau tinggalkan
indah menghias malam
jernih dan berkaca
di jambangan usiaku
di setiap waktu
posted by sakurasa at 4:33 PM 0 comments

Monday, November 3, 2008


Sinaran Rembulan - puisi by sakurasa

Di bawah sinaran rembulan
di balik taburan rindu
dalam kabus keresahan
ku nanti kau menjelma
Di bawah sinar rembulan
wajahmu terbayang
kau datang dan kau pergi
ku berlari mencari wajahmu
dimana cahaya yang sebenar
yang terang tika gelita?
Di bawah sinar rembulan
berputik kuntuman bunga rindu
berkelopak cinta deru kasih
walau kita hilang bicara
kenangan dalam ingatan
Mungkinkah ada lagi
saat-saat indah...?
posted by sakurasa at 8:01 AM 3 comments


Bunga-bunga kasihmu - puisi by sakurasa
Engkaulah jiwaku
engkaulah impianku
kita berlari mengejar ombak dipantai kasih
hanya dirimu yang membuat segala-galanya indah

tapi kini kau pergi dari hidupku
kau tinggalkan diriku
dengan cintamu
ku harungi hidup ini
tanpa dirimu disisiku
sungguh sayu melewati
hari-hari ini
Apakah kau mendegar
suara tangisan hatiku?
betapa pedih ku rasakan
kehilanganmu
masih terpahat didalam ingatku
tak mampu ku hindari
hanya Tuhan saja mengerti
dirimu tiada pengganti
yang mampu membuat ku bahagia

Kini tinggal hanya kenangan
dengan taburan bunga-bunga kasihmu
masih segar dan menguntum rinduku
di atas ranting-ranting usiaku
sehingga kini bersamadi
dan ku abadikan didalam hati
untuk selamanya....
posted by sakurasa at 7:49 AM 0 comments

Wednesday, May 14, 2008

haiku

langit nan jingga
tidur berbantal lengan
memintal mimpi

posted by sakurasa at 1:31 PM 0 comments

Tuesday, April 29, 2008

Malam Yang Sepi



Suram malam tak berbintang
Itulah lukisan alam
Dalam bisu keheningan malam
Sekilas kenangan syahdu
Sentiasa memburu jiwaku...
Mengapa masih ada rindu
Yang tertanam erat di kalbu ?

Oh Tuhanku
Kurniakanlah aku ketabahan hati
Dalam mengharungi kehidupan ini
Agar tidak aku terus hanyut
Dibuai mimpi-mimpi semalam


Malam yang sepi
Yang menyentuh hati
Kurasa terharu menginsafi diri


Malam yang sepi
Kupasrah kepadaMU


posted by sakurasa at 11:54 AM 0 comments

Bila Purnama



Bila purnama
sepi melamar dijendela kalbu
ku singkap tirai cinta
ku tatap sayu untaian rindu


Bila purnama
rindu menggamit diriku
terkenangkan dirimu
terasa sayu hatiku
syahdunya jiwaku


Bila purnama
jauh terbang diriku melayang
ku titipkan hembusan rindu di angin lalu
mengertilah bisikan hatiku


posted by sakurasa at 11:50 AM 0 comments

Ya Allah



Ya Allah
Jangan biarkan daku
Terbang di awan-awanan
Tanpa arah dan tujuan....


Ya Allah
siramilah iman subur keinsafan
membersihkan jiwa yang ternoda


Ya Allah
ku mohon hadir kasih-Mu
mengisi ruang lubuk hatiku
agar tersisih rasa gundah

Ya Allah
hatiku merayu rindu
kasihku pada-Mu syahdu
mengharap kasih sayang-Mu


Ya Allah
entah berapa banyak hamba-Mu ini
berbuat kelalaian
namun pengampunan-Mu
tidaklah berbatas


Ya Allah
labuhkanlah tirai harimu
dengan keampunan-Mu
di dalam alpa tertempa dosa
aku insan yang lemah


Ya Allah
andai keampunan ini izinkan
dosa nodaku pergi
meninggalkanku buat selamanya
semoga redhaMu bersamaku




posted by sakurasa at 11:45 AM 0 comments

Buat Dian Perjuangan


Dalam kabus samar
mengejar bayangan kebebasan
bersandarkan debu ideologi
berterbangan di awang-awangan
tak mampu membina batas pemisah
dan dicengkam pencabus kedamaian


Di bumi gersang ini
bergelut dengan penderitaan
bergelumang dengan kesengsaraan
menyeret pepecahan
memutus silaturahim


Marak membakar api jihat
demi bumi suci ini
ingin menjadi peluru
yang mampu menerobos
ke dalam diri
panghancur leburkan keamanan
di jagat ini


Sekalung doa
agar terpancar sinar
rahmat dan kasih sayangNYA
buat pahlawan unggul
korban syahid


posted by sakurasa at 11:40 AM 0 comments

Ramadhan Yang Mulia



Ramadhan yang mulia
mengibarkan sayapnya
bahagia menyelubungi
bersyukur dipertemukan semula


Ramadan yang mulia
dilimpahi kemuliaan
melangit tinggi
dilipatan seni mehnah Ilahi
didalam kesyahduan


Ramadan yang mulia
menahan rohani dan rasa
menginsafi kedhaifan
Penyingkap hijjab
antarahamba dengan Ilahi


posted by sakurasa at 11:37 AM 0 comments

Semusim berlalu


Di kamar sepi ini
tinta waktu yang berlalu
memahat lakaran duka
menyelinap memori sendu
kenangan yang tak mampuku lemparkan jauh...
semusim berlalu...
tinggal nyanyian syahdu sang unggas
daun-daun yang gugur layu
reranting kering menunggu waktu...
kuntum-kuntum kasih berguguran
bertaburan di bumi
antara rekahan rindu
semusim berlalu...
tinggal kenangan
menepias duka hati tiada bertepi
buat sebuah mimpi
di hujung sebuah kerinduan



posted by sakurasa at 11:30 AM 0 comments

Peneraju Negara


Kau yang ku hormati
bagai dianseluruh hidupmu
berbakti untuk semua
perjuanganmu
demi generasi depan

Kau yang ku banggakan
bagai mentari
memancarkan sinar keamanan
membelai kehidupan rakyat
pelbagai pelapis


Kau yang ku sanjungbagai salju
menyejukkan pergolakan
dan cabaran yang mendatang


Kaulah insan mulia
Allah ciptakan kau
untuk membawatitik-titik embun penyegar
dan semarak aroma
untuk menegak keadilan
negara tercinta
berasaskan petunjuk
yang Maha Esa

posted by sakurasa at 11:24 AM 0 comments

Berguguran



Menggenggam daun-daun ilusi
gugur sudah keriangan
impian yang terleai
sedih sendu sendirian
berteman bunga-bunga cinta
tiada harum dan madu
deraian cinta nan suci
layu di pusaradi laman rindu
dihembus kenangan lalu
tinggal dalam penantian abadi
kini ku miliki hanya bayanganmu
posted by sakurasa at 11:20 AM 0 comments

Buat yang tersayang


Bila setianya embun menitis
lalu membasahi permukaan
seakan terngiang ngiang ditelingaku
merdunya iramadari nyanyian rindu....
inginku bisikan pada unggas
dan ku pinta camar meniupkan
pendaman rinduku padanya
jua titipan salam sayang
buat dia yang amatku sayang


posted by sakurasa at 11:12 AM 0 comments

Hati Seorang Ibu


Anakku
di sebalik jendela duka
ibu tabah meniti waktu silih berganti
dan rindu membuak bergelora di dada
ibu tetap menunggu kepulangamu

Anakku
bukan ringgitmu
bukan jua hartamu
yang ibu pinta
tetapi hadirmu
yang ibu ingini
untuk membalut rindu
mengubat hati yang terpisah jauh
di desa sunyi ini


Anakku
hadiahi ibu sekelumit ruang waktu
untuk menemai ibu di sini
dan cubalah belajar anakku
menyelami tasik hati
seorang insan yang bergelar ibu


posted by sakurasa at 11:06 AM 0 comments

Monday, April 28, 2008

Haiku





bustling falling leaves

portrait still hung on the wall

tear-smeared cheeks


posted by sakurasa at 4:50 PM 0 comments

Haiku



Sabar menantia
ku di pelabuhan
senja bersalju
posted by sakurasa at 4:45 PM 0 comments

Secebis Mimpi Di Hujung Senja




Anakku
Ibu telah dimamah usia
hanya sementara di persinggahan ini
sebelum Ibu berangkat
ke daerah yang jauh dan abadi
Ibu terlalu mengharapkan
Ibu dapat berkerudung
sewangi kesturi
berkalung mutiara daripada doamu
berhamparan baldu daripada imanmu
hadiah daripada seorang anak
yang soleh
itulah mimpi ibu
agar Ibu nanti
tenang dan damai
diiringi wangi
bunga-bunga kasihmu
posted by sakurasa at 4:37 PM 0 comments

Satu



Satu demi satu senyuman hipokrit
satu demi satu kata-kata membunuh
satu demi satu terbentang batas pemisah
Satu pelayaran tersadai di muara mimpi
satu penantian di pelabuhan resah yang panjang
satu pertanyaan memburu kepastian
benarkah aku kekasihmu yang satu?
posted by sakurasa at 4:35 PM 0 comments

Ku Sebut Nama Mu




Dalam tangis
melimpah Air mataa
ku mengingatiMu

Dalam remuk hati ini
ku serahkan
segalanya kepadaMu

Dalam zikir
mensyukuri hikmahMu
kebesaranMu
Tiada lainku sebut namaMu
Maha EsaMaha Agung

posted by sakurasa at 3:45 PM 0 comments

Aku


Dalam kepekatan malam
aku bukan lagi pungguk
menyanyi lagu sedu
merindu wajah purnama


Dalam semarak keresahan
aku bukan lagi api
yang membakar cintamu


Dalam gelora semudera
aku bukan lagi pantai
yang setia menanti ombak


Dalam rimbunan hijau
aku bukan lagi dedalu
menumpang kasih
di dahan rapuh


Aku bukan lagi aku
yang pernah kau kenal dulu


Aku telah terlalu lama
menelan kepahitan
meresap di jiwa membakar
bagai api dalam sekam


Kini aku
telah mengenal cinta NYA
cinta yang kekal abadi
hingga akhir nanti


posted by sakurasa at 2:28 PM 0 comments

Tanka






Gelap mencengkam
bayangan mu menghilang
air mata ku
berlinang tak berhenti
hanya berteman rindu
posted by sakurasa at 1:54 PM 0 comments

kesayanganku


hari demi hari

kau bertambah comel dan manja

lebih membahagiakan

apabila milihat kerenahmu

berlari-lari dan berkejar-kejaran

tanpa mengenal erti

kepayahan hidup ini



kau seolah-olah mengerti

akulah insan yang menyayangimu

kerana

kau pasti mengiringi

setiap kali pemergianku

dan setia menunggu kepulanganku

kaumerengek-regek ingin dibelai

dan dimanja


kaulah kemanjaanku

si putih

kucing kesayanganku
posted by sakurasa at 1:26 PM 0 comments

Di Ufuk





Di kala redup senja
kau lihat dan renunglah
lembayung merah dikaki langit
ombak dan angin terus melanda pantai
kau lihat juga
jambatan yang dilanda badai
hancur bekecai
kau lihat dan saksikan di malam nanti
bila bulan dilindung awan
cahayanya pasti suram


kau lihat pula
daun-daun dititisi embun pagi
segar kehijauan
dan akhirnya jangan kau lupa
melihat aku
dari coretan dan nukilan ku..
.
posted by sakurasa at 1:00 PM 0 comments

Antara Sahabat dan Seteru



Dimanakah
nilai sebuah persahabatan?
di manakah
harga sebuah kemanusiaan?
sanggup kau mamah jiwku
sanggup kau robek hatiku
sanggup kau taburkan dusta
Ku kira kilauan bercahaya
permata bernilai ku temui
rupanya serpihan kaca
yang menyakit dan melukakan
diri ku
posted by sakurasa at 12:34 PM 0 comments